Pelajaran Bahasa Inggris Di SD Perlu Perbaikan
Pendidikan bahasa Inggris yang diperkenalkan di jenjang
sekolah dasar (SD), sebagai salah satu muatan lokal, di banyak sekolah
diajarkan dengan asal-asalan.
Pembelajaran bahasa Inggris kepada siswa
SD, belum didasarkan pada acuan yang jelas dan penyiapan guru yang
tepat.
“Pendidikan bahasa Inggris di SD saat
ini justru semakin salah kaprah. Para guru tidak dilatih secara serius,
untuk jadi pengajar bahasa inggris bagi siswa SD. Akibatnya, para guru
terjebak memakai buku bahasa Inggris dari penerbit. Akibatnya tujuan
pembelajaran bahasa Inggris di SD melenceng dari tujuannya, sehingga
pendidikan bahasa itu di SD dianggap sebagai beban,” kata Itje Chodijah,
pendidik dan pelatih guru bahasa Inggris nasional, di Jakarta.
Penyediaan guru bahasa Inggris di
berbagai sekolah bervariasi. Ada yang menyerahkan kepada guru kelas,
tanpa menyediakan pelatihan yang memadai kepada pengajar. Ada juga yang
menyediakan guru honor dari sarjana bahasa Inggris.
Itje menjelaskan, pendidikan bahasa
Inggris di tingkat SD dikembangkan sebagai salah satu pilihan muatan
lokal pada 1994. Sesuai panduan dari pemerintah, pendidikan bahasa
Inggris bisa boleh dilakukan mulai kelas empat SD, dan ada pengajar yang
memadai. Namun, panduan ini mulai diabaikan.
Pembelajaran bahasa Inggris di SD
semakin dimulai di kelas bawah, yang sebenarnya siswa masih harus
berjuang untuk memantapkan penguasaan berkomuniaksi yang baik dan benar
dalam bahasa Indonesia.
Pendidikan bahasa Inggris di SD ini
sederhana, mudah, dan menyenangkan, untuk memupuk kesenangan siswa, dan
menyadari ada bahasa asing sebagai alternatif berkomunikasi.
“Karena guru tidak pernah disiapkan dan
dilatih bagaimana mengajarkan bahasa Inggris bagi siswa SD, orientasinya
tetap pada tes. Ini terjadi di banyak daerah, karena menganggap sekolah
yang mengajarkan bahasa inggris bakal diminati. Nyatanya, memang
pembelajaran bahasa inggris ini jadi gengsi untuk sekolah,” kata Itje,
yang mengambil master di bidang English For Young Learner (EYL) di
Inggris.
Itje menilai, pendidikan bahasa Inggris
untuk SD belum terlaksana dengan baik. Praktik di dalam kelas lebih
mengikuti materi di dalam buku teks yang digunakan, dan mengindahkan
persyaratan pembeljaran bahasa Inggris yang seharusnya.
“Tes sering jadi tujuan utama dalam
pengajaran bahasa Inggris. Banyak guru yang mengutamakan tes dalam
proses pembelajaran,” kata Itje.
Meskipun bahasa Inggris di SD sebagai
muatan lokal, kata Itje, pemerintah perlu membenahi dan memberikan acuan
yang jelas.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar